Category: Edukasi

  • Kisah Mereka yang Menjaga Budaya Daerah Tetap Hidup: Dari Tenun hingga Tari

    Kisah Mereka yang Menjaga Budaya Daerah Tetap Hidup: Dari Tenun hingga Tari


    Foto: Kandidat DPD RI Awards Kategori Pelestari Budaya Daerah (dok. Istimewa)

    Jakarta – Sepuluh nama terpilih menjadi kandidat kandidat DPD RI Awards 2026 kategori Pelestari Budaya Daerah. Mereka kembali menghidupkan budaya daerah yang hampir punah hingga mempromosikan seni dan budaya hingga ke mancanegara.
    Panitia DPD RI Awards sebelumnya telah memilih 10 kandidat dalam kategori Pelestari Budaya Daerah. Penghargaan nanti akan diberikan kepada satu orang.

    “Diberikan kepada individu yang memiliki inovasi dalam pengembangan dan pelestarian budaya daerah serta berperan aktif dalam mempromosikan budaya daerah di tingkat nasional maupun internasional,” tulis DPD RI dalam laman resminya, seperti dilihat detikcom, Rabu (7/10/2026).

    Berikut nama 10 kandidat Pelestari Budaya Daerah DPD RI Awards 2026, yang diurutkan berdasarkan abjad:

    1. Alfonsa Raga Horeng
    Alfonsa Raga Horeng merupakan pelestari, penggerak dan pendiri Sentra Tenun Lepo Lorun, yang memberdayakan kaum perempuan untuk menjaga warisan budaya tenun ikat tradisional di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gagasan utamanya bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi perempuan.

    Alfonsa melakukan budidaya bahan baku, seperti kapas dan tumbuhan penghasil warna alam, untuk produksi tenun dan berbagai layanan produk serta jasa edukasi wisata. Dia mengedukasi keterampilan tenun lewat pelatihan teknik menenun, pewarnaan alami, dan pemeliharaan kualitas kain.

    Kandidat DPD RI Awards 2026 Alfonsa Raga Horeng Foto: dok. Istimewa
    Selain itu, mengedukasi mengenai makna filosofis setiap motif sehingga penenun mampu menceritakan nilai budaya produknya. Alfonsa juga melakukan pelatihan desain agar produk tradisional dapat dikembangkan sesuai kebutuhan pasar tanpa menghilangkan identitas budaya.

    Alfonsa juga membentuk kelompok usaha perempuan agar produksi dan pemasaran tenun lebih terorganisasi. Kemudian mengintegrasikan tenun dengan pariwisata budaya.

    2. Anitawati
    Anitawati merupakan pegiat budaya dan penggagas revitalisasi Tenun Tidore (Puta Dino Kayangan) yang sempat hilang lebih dari 100 tahun di Tidore, Maluku Utara. Berbekal riset arsip sejarah, penelusuran jejak penenun dan temuan alat tenun kuno, Anitawati merekonstruksi teknik, motif, dan filosofi tenun sebagai identitas budaya Kesultanan Tidore.

    Melalui pelatihan menenun, pendampingan usaha, serta pemberdayaan perempuan, pemuda, pelajar dan warga binaan rutan, Anitawati tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi berbasis industri kreatif.

    Kandidat DPD RI Awards kategori budaya Anitawati (Foto: dok. Istimewa)
    Anitawati mengembangkan motif-motif yang mengangkat sejarah Tidore sebagai Spice Islands, menjadikan tenun sebagai media edukasi sejarah dan diplomasi budaya.

    Dia juga membawa tenun Tidore tampil di berbagai ajang internasional, antara lain Indonesia New York Fashion Week (2022), Kyoto (2023), Cape Town (2023), Paris (2024), dan Rabat (2024), serta berhasil menembus pasar ekspor melalui outlet di Hamburg, Jerman.

    3. Cletus Beru
    Cletus Beru merupakan pelopor dan pelestari budaya di Desa Umauta hingga menjadi desa wisata di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia mengembangkan model wisata budaya berbasis masyarakat adat, mengedepankan gotong royong, dan mendorong wisata berkelanjutan.

    Kandidat DPD RI Awards kategori budaya Cletus Beru (Foto: dok. Istimewa)
    Cletus Beru menghubungkan budaya dengan ekonomi kreatif desa. Dia juga aktif memperjuangkan akses dan perhatian pemerintah terhadap desa wisata budaya di Kabupaten Sikka.

    Berkat dedikasinya, Cletus Beru membawa Desa Umauta masuk 100 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, dan 50 Besar ADWI 2022.

    4. Endang Dzunuraini
    Endang Dzunuraini merupakan pendiri Sanggar Mbah Guru, pusat komunitas pelestarian batik yang memberdayakan perempuan pedesaan dan seniman lokal di Lamongan, Jawa Timur. Melalui Sanggar Mbah Guru, para pengrajin batik desa di Lamongan berhasil kembali dihidupkan setelah sempat punah.

    Endang membuka wisata edukasi belajar membatik lengkap hingga kunjungan ke kebun pewarna alam. Sanggar Mbah Guru memiliki kebun budidaya berisi sekitar 100 jenis tanaman mengandung tanin pewarna alam sebagai laboratorium hidup sekaligus kebun pewarna alam percontohan yang terintegrasi dengan eco edu culture tourism.

    Kandidat DPD RI Awards kategori budaya Endang Dzunuraini. (Foto: dok. Istimewa)
    Sanggar Mbah Guru memproduksi batik dengan menggunakan pewarna alami dari tanaman yang bisa diregenerasi dan juga berinovasi mengolah limbah pertanian menjadi pewarna alami batik.

    Lewat Sanggar Mbah Guru, Endang memberdayakan kaum perempuan desa hingga mengurangi pernikahan dini, KDRT dan perceraian karena masalah ekonomi.

    5. Juwandi
    Juwandi merupakan penggerak yang menjadikan Desa Budaya Bukit Batu sebagai pusat pelestarian budaya Melayu di Kabupaten Bengkalis, Riau. Dia merangkum anak-anak muda untuk menjaga dan mengembangkan budaya Melayu di Bengkalis.

    Berbagai tradisi, seni, dan sejarah lokal dihidupkan melalui kolaborasi Pentahelix: Festival Budaya Bukit Batu, Festival Sungai Bukit Batu, pengembangan Kampung Tenun, pertunjukan seni Melayu, diskusi sejarah, membentuk sanggar serta pelibatan masyarakat dan generasi muda.

    Kandidat DPD RI Awards kategori budaya Juwandi. Foto: dok. Istimewa
    Gerakan ini juga menjadikan budaya sebagai sumber kebanggaan, kreativitas, pendidikan, pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bahkan Tenun Bukit Batu telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2022 oleh Kementerian Kebudayaan.

    Desa Budaya Bukit Batu berhasil meraih berbagai prestasi di tingkat provinsi dan nasional serta memperoleh dukungan dana dari Kementerian Kebudayaan secara berturut-turut (2024-2026). Jejaring budaya dan akademik yang dibangun mulai menjangkau Jepang (2023-2026).

    6. Leni Febrianti
    Leni Febrianti adalah penggagas dan pemegang hak cipta Batik Kagano untuk menghadirkan identitas budaya Bengkulu Utara, yang bersumber dari kekayaan alam dan karakter daerah. Batik Kagano diluncurkan pada tahun 2019.

    Batik Kagano lahir dari gagasan untuk menghadirkan identitas budaya Bengkulu Utara dan dikembangkan dengan mengangkat Kacamata Enggano dan Rafflesia Kemumu sebagai inspirasi utama motif. Batik Kagano mengubah kekayaan lokal menjadi identitas visual yang dapat dikenali, digunakan, dan diwariskan.

    Kandidat DPD RI Awards kategori budaya Leni Febrianti. Foto: dok. Istimewa
    Batik Kagano juga digunakan sebagai seragam resmi pemerintah dan sekolah di wilayah Bengkulu Utara, sehingga identitas budaya tidak hanya dipamerkan dalam kegiatan seremonial, tapi menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

    Kontribusi Batik Kagano tidak berhenti pada penciptaan motif, identitas menjadi fondasi bagi pengembangan ekosistem pelestarian budaya melalui pelatihan perajin, desa binaan, pendidikan, pemberdayaan kelompok masyarakat, pengembangan UMKM, hingga pengenalan budaya ke tingkat internasional.

    7. Maulana Muhammad Syuhada
    Sejak tahun 2002, Maulana Muhammad Syuhada aktif melestarikan dan mempromosikan angklung di berbagai belahan dunia. Dia mendirikan berbagai grup angklung dan kesenian tradisional di antaranya Angklung Hamburg Orchestra (2002), Sabilulungan (2003), Lancaster High School Angklung Orchestra (2006), Lancaster University Angklung Orchestra (2007), Angklung Manchester (2009).

    Kandidat DPD RI Awards kategori budaya Maulana Muhammad Syuhada. (Foto: dok. Istimewa)
    Kemudian pada tahun 2015, Maulana mendirikan Tim Muhibah Angklung (TMA) dan sudah melakukan 6 kali misi budaya ke Eropa (2016, 2018, 2022), Australia (2018, 2025), USA (2022) dan Timur Tengah (2024). Dalam 10 tahun terakhir, TMA sudah berpartisipasi dalam berbagai festival internasional di berbagai negara seperti Skotlandia, Belgia, Republik Ceko, Polandia, Bulgaria, Turki, Bosnia-Herzegovina, Amerika Serikat, Portugal, Spanyol dan Australia.

    Maulana juga melakukan “Flash Mob Angklung” di berbagai landmark dunia seperti Port of Hamburg (2016); Queen Street Mall, Brisbane (2018); Basilica, Budapest (2018); Times Square, New York (2022); Mushrif Mall, Abu Dhabi (2024); Australian Museum, Sydney (2025).

    Pada tahun 2007, membuat buku “40 Days in Europe: Kisah Kelompok Musik Indonesia menaklukkan daratan Eropa”, buku tentang perjalanan Tim Expand The Sound of Angklung ke tujuh negara Eropa tahun 2004. Tahun 2016, mengangkat perjalanan TMA ke Eropa dalam sebuah film dokumenter berjudul “The Journey: Angklung Goes To Europe”, film dokumenter layar lebar pertama tentang angklung.

    Maulana mendirikan Angklung Centre, sebuah platform online yang bertujuan untuk melayani berbagai kebutuhan masyarakat akan angklung, baik di dalam maupun luar negeri. Angklung Centre juga berfungsi sebagai pusat pengetahuan tentang angklung, pusat database angklung, pusat informasi dan kegiatan angklung, pusat penjualan dan distribusi angklung.

    8. Mugiyono Kasido
    Mugiyono Kasido merupakan maestro seniman tari, baik sebagai penari maupun koreografer tari yang dipentaskan di berbagai kota di Indonesia dan mancanegara. Mugiono menelurkan sejumlah karya seni tari yang fenomenal.

    Pertama karya “Mencari Mata Candi” pada 2003, yang menggabungkan vokabuler gerak tarian Siwa dalam panel relief Candi Prambanan dengan tari topeng Jawa, wayang dan gerakan tari modern. Karya ini dipentaskan di Kunsten Festival des Arts, Brussels, Belgia; Lincoln Center Festival, New York USA; Gothenburg Festival, Swedia; dan Centre National de la Danse, Perancis.

    Kandidat DPD RI Awards kategori budaya Mugiyono Kasido. Foto: dok. Istimewa
    Kedua “Kabar Kabur”, karya yang membiaskan batas tari, teater, dan pantomim. Hanya dengan kostum berupa kaos dan celana pendek warna putih, Mugiyono mengungkapkan kejadian kekacauan informasi atau hoax pasca kerusuhan 1998. Sejak tahun 2000-2024, karya ini dipentaskan 138 kali di 25 negara, 5 benua.

    Ketiga “Bima Suci” tahun 2011, karya yang dipentaskan di Taman Mini Indonesia Indah. Mugiyono menari dan mengkoreografi selama 36 jam 36 menit 36 detik nonstop dengan live musik gamelan tradisional dan kontemporer.

    Keempat “Bagaspati”, karya yang memadukan tari topeng Jawa tunggal dengan gerak sufi memutar. Karya ini dipentaskan 30 kali di 11 negara Eropa, Asia, USA sejak tahun 2001 hingga 2011.

    Kelima karya “Kosong”, yang menggunakan gamelan sebagai musik dan sekaligus properti menari. Karya ini telah dipentaskan 13 kali di lima negara pada tahun 1995-1996.

    9. Muhammad Ridwan Alimuddin
    Muhammad Ridwan Alimuddin merupakan peneliti independen yang berdedikasi dalam merevitalisasi kebudayaan bahari Mandar, khususnya perahu tradisional Sandeq. Dia juga Duta Baca Sulawesi Barat dan pendiri Komunitas Bahari Mandar sejak 2006.

    Kandidat DPD RI Awards kategori budaya Muhammad Ridwan Alimuddin. Foto: dok. Istimewa
    Ridwan menginisiasi dan bertindak sebagai kurator program Student on Sandeq (SOS) yang dilaksanakan sejak 2022 sampai 2026, wadah edukatif yang mendekatkan generasi muda pada teknik pembuatan hingga pelayaran perahu tradisional.

    Dia aktif terlibat dalam pelaksanaan festival Sandeq Race untuk merawat marwah dan eksistensi pelaut lokal secara berkelanjutan sejak 2001. Dia juga terlibat dalam pelayaran rekonstruksi historis seperti ekspedisi Padewakang ke Australia (2019-2020) serta mendirikan muse

    10. Poltak Tambunan
    Poltak Tambunan merupakan sastrawan nasional pendiri komunitas sastra etnik Tortor Sangombas, Sumatera Utara. Dia membina para penulis sastra modern dalam bahasa daerah.

    Kandidat DPD RI Awards Poltak Tambunan (Foto: dok. Istimewa)
    Pembentukan Tortor Sangombas bertujuan untuk penyelamatan, pelestarian, dan pengembangan penulisan sastra modern berbahasa Batak.
    Poltak juga membuat sejumlah karya sastra modern dalam bahasa Batak.

    Berkat dedikasinya itu, Poltak Tambunan menjadi inspirasi munculnya sastrawan dalam berbagai bahasa daerah. Dia juga mendapat sejumlah penghargaan mulai dari Batak Center hingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

  • Rekam Jejak Brigjen Suhermanto Ditunjuk Jadi Dirtipidsiber Bareskrim, Berikut Jejaknya

    Rekam Jejak Brigjen Suhermanto Ditunjuk Jadi Dirtipidsiber Bareskrim, Berikut Jejaknya

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.
    Foto: Brigjen Suhermanto

    Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuk Brigjen Pol. Suhermanto sebagai Direktur Tindak Pidana Siber(Dirtipidsiber) Bareskrim Polri. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari mutasi dan rotasi sejumlah pejabat di lingkungan Polri.

    Sebelumnya, Suhermanto menjabat sebagai Direktur Intelijen pada Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN). Pergantian jabatan itu tertuang dalam Surat Telegram Rahasia Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang dilakukan berdasarkan kebutuhan institusi.

    “Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Isir dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (3/10).

    Dalam jabatan barunya, Suhermanto menggantikan Brigjen Pol. Adex Yudiswan yang mendapat promosi sebagai Wakapolda Metro Jaya.

    Suhermanto merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2000. Selama lebih dari dua dekade mengabdi di Korps Bhayangkara, ia memiliki pengalaman panjang, terutama dalam bidang reserse dan pemberantasan tindak pidana narkotika.

    Salah satu rekam jejaknya terlihat saat menjabat Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat pada periode 2016–2018. Dalam posisi tersebut, Suhermanto terlibat dalam pengungkapan sejumlah kasus narkotika berskala besar.

    Pengalamannya di bidang pemberantasan narkoba berlanjut ketika dipercaya menduduki posisi Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dengan pangkat Kombes Pol. Pada masa itu, ia juga dipercaya sebagai Ketua Tim (Katim) Satgas Escobar Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.

    Berbekal pengalaman panjang di bidang penegakan hukum dan penanganan berbagai kasus kejahatan, Suhermanto kini dipercaya mengemban tugas baru di bidang tindak pidana siber. Jabatan tersebut diharapkan dapat memperkuat langkah Polri dalam menghadapi perkembangan kejahatan berbasis teknologi dan ruang digital.

  • Semarak HUT ke-81 TNI: Ditpolairud Polda Sulut Berikan Kejutan Dan Perkuat Sinergi Lebih Solid!

    Semarak HUT ke-81 TNI: Ditpolairud Polda Sulut Berikan Kejutan Dan Perkuat Sinergi Lebih Solid!

    Ditpolairud polda sulut

    Suasana hangat dan penuh persaudaraan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sebagai wujud apresiasi mendalam, kebersamaan, serta penghormatan setinggi-tingginya kepada keluarga besar TNI, jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara memberikan kejutan istimewa yang sarat makna.

    Aksi simpatik ini menjadi simbol nyata eratnya tali silaturahmi serta kokohnya sinergitas antara TNI dan Polri yang selama ini berdiri bahu-membahu menjaga kedaulatan serta keamanan di tanah Sulut. Momen penuh keceriaan tersebut menegaskan bahwa soliditas kedua instansi bukan sekadar slogan, melainkan pengabdian tulus yang terus dirawat demi ketenteraman masyarakat dan keutuhan Bangsa Indonesia.

    Momen kejuatan yang diiringi dengan senyum hangat, kue ulang tahun, dan ucapan selamat secara langsung tersebut disambut dengan penuh kebanggaan serta rasa haru oleh para prajurit TNI. Aksi simpatik ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan simbol nyata dari kian eratnya tali silaturahmi serta kokohnya sinergitas antara TNI dan Polri. Selama ini, kedua garda terdepan bangsa tersebut selalu berdiri bahu-membahu dalam menjaga kedaulatan, ketertiban, serta keamanan wilayah perairan dan daratan di tanah Nyiur Melambai.

    Kehadiran personel Ditpolairud Polda Sulut di tengah jajaran TNI menegaskan kembali bahwa soliditas antara dua lembaga keamanan negara ini bukanlah sekadar slogan yang terucap di bibir, melainkan komitmen pengabdian tulus yang terus dipelihara demi ketenteraman masyarakat dan keutuhan Bangsa Indonesia. Sinergi yang terjalin harmonis di lapangan menjadi benteng terkuat dalam menghadapi berbagai tantangan serta memberikan rasa aman bagi seluruh warga.

    Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia! Semoga TNI senantiasa Prima dalam menjalankan tugas, menjadi Patriot sejati pembela kedaulatan, tampil Profesional di setiap pengabdian, serta senantiasa menjadi Kebanggaan Rakyat Indonesia. Sinergitas TNI-Polri, Solid untuk Negeri!

  • Perkuat Sinergi Lintas Negara, Delegasi Polda SulutKunjungi Konsulat Jenderal RI Di Davao City Filipina

    Perkuat Sinergi Lintas Negara, Delegasi Polda SulutKunjungi Konsulat Jenderal RI Di Davao City Filipina

    Upaya mempererat kerja sama dan koordinasi lintas negara demi menjaga keamanan wilayah perbatasan Sulawesi Utara diwujudkan secara nyata melalui kunjungan resmi Delegasi Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao City, Filipina.

     

    Kunjungan  strategis ini berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (28–30 September 2026), dalam suasana yang akrab, terbuka, dan penuh semangat kolaborasi konstruktif.

     

    Rombongan dipimpin langsung oleh Irwasda Polda Sulut Kombes Pol. Amin Litarso, S.H., didampingi Dirpolairud Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., serta Direktur Reserse PPA dan PPO Kombes Pol. Nonie J. Sengkey, S.P., M.Si. Kedatangan mereka disambut hangat oleh jajaran KJRI Davao City dan Police Regional Office (PRO) 11 Davao Region. Momen pertukaran cenderamata menjadi simbol keharmonisan dan penghormatan antarlembaga yang semakin erat.

    Dalam diskusi mendalam, kedua belah pihak menyepakati empat pilar kerja sama utama:

    Penguatan koordinasi dan pertukaran informasi terkait keamanan wilayah perbatasan dan perairan;

     

    Langkah sinergis menjaga keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) di Davao City dan sekitarnya;

    Pencegahan serta penanganan bersama potensi gangguan keamanan lintas batas;

    Regional Director PRO 11, PBGen Benigno L. Guzman, memberikan paparan komprehensif mengenai profil keamanan dan situasi kamtibmas di Davao Region.

    Sementara itu, Dir Res PPA-PPO Polda Sulut, Kombes Pol. Nonie J. Sengkey, menyampaikan update terkini terkait modus operandi penyelundupan dan perdagangan orang (trafficking) di wilayah Sulawesi Utara dan Mindanao, sebagai dasar penyusunan strategi penindakan yang lebih efektif.

    Irwasda Polda Sulut Kombes Pol. Amin Litarso menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas sambutan luar biasa dari mitra kepolisian Filipina.

    “Kami berharap kerja sama ini terus ditingkatkan demi keamanan, ketertiban, dan kemaslahatan bersama, Kehadiran kami di sini adalah bukti bahwa Polri berkomitmen melindungi warga negara dan menjaga kedaulatan melalui jalur diplomasi yang humanis,” ujarnya.

     

    Pihak KJRI Davao City turut menyambut baik inisiatif Polda Sulut, menegaskan bahwa sinergitas antara penegak hukum Indonesia dan Filipina sangat krusial untuk menjamin kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.

    Kegiatan ditutup dengan pertukaran pandangan informal dan makan bersama, yang semakin mempererat tali persaudaraan antarlembaga. Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa keamanan tidak dapat dicapai secara unilateral, melainkan memerlukan kolaborasi tulus dari semua pihak, termasuk mitra di negara tetangga.

    Semangat keterbukaan yang terjalin di Davao City kini menjadi pondasi kokoh menuju kawasan perbatasan Laut Sulawesi yang aman, damai, dan sejahtera.

  • Gantikan Presisi, Polri Resmi Usung Slogan Baru ‘Polisi Bersama Masyarakat’ Begini Tujuannnya

    Gantikan Presisi, Polri Resmi Usung Slogan Baru ‘Polisi Bersama Masyarakat’ Begini Tujuannnya

    Jakarta – Polri memperkenalkan tagline baru bertajuk ‘Polisi Bersama Masyarakat‘. Slogan ini dihadirkan untuk memperkuat komitmen Korps Bhayangkara dalam melayani masyarakat secara lebih optimal.
    Melalui tagline tersebut, Polri menegaskan akan selalu berada di tengah-tengah masyarakat. Kemudian menempatkan kepentingan publik sebagai poros utama pelaksanaan tugas kepolisian.

    Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan, tagline ‘Polisi Bersama Masyarakat‘ merupakan penegasan arah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian.

    “Polisi bersama masyarakat bukan sekadar tagline, tetapi semangat yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas. Polri hadir untuk mendengar, melayani, melindungi, memberikan kepastian hukum, serta bersama-sama masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban,” kata Isir melalui keterangannya, Senin (5/10/2026).

    Isir menyebut, semangat tersebut beriringan dengan arah transformasi institusi yang sebelumnya dipaparkan Suyudi saat fit and proper test di DPR. Dia saat itu menegaskan pentingnya profesionalisme, akuntabilitas, peningkatan mutu layanan, hingga kedekatan anggota kepolisian dengan masyarakat.

    “Karena itu, kedekatan dengan masyarakat harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh anggota Polri. Kritik dan masukan dari masyarakat juga harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas,” ungkap Isir.

    Lebih lanjut, Isir berharap implementasi tagline ini semakin memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarajat. Hal itu diwujudkan lewat pelayanan, penegakan hukum yang berkeadilan, hingga gerak cepat menanggapi isu-isu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

    “Harapannya, semangat ini dipahami dan diwujudkan oleh seluruh anggota Polri. Polisi bersama masyarakat berarti Polri tidak berjarak dengan masyarakat, tetapi hadir, mendengar, bekerja bersama, dan memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat,” harapnya.

    Kini, tagline ‘Polisi Bersama Masyarakat’ resmi digunakan sebagai identitas komunikasi Korps Bhayangkara yang akan disosialisasikan dan diinternalisasikan ke seluruh tingkatan jajaran Polri di tanah air.

  • “Polisi Bersama Masyarakat“, Sebuah Komitmen Baru Polri Perkuat Pelayanan Publik Untuk Masyarakat

    Tagline “Polisi Bersama Masyarakat“, Sebuah Komitmen Baru Polri Perkuat Pelayanan Publik Untuk Masyarakat

    Jakarta – Polri memperkenalkan tagline baru bertajuk ‘Polisi Bersama Masyarakat‘. Slogan ini dihadirkan untuk memperkuat komitmen Korps Bhayangkara dalam melayani masyarakat secara lebih optimal.
    Melalui tagline tersebut, Polri menegaskan akan selalu berada di tengah-tengah masyarakat. Kemudian menempatkan kepentingan publik sebagai poros utama pelaksanaan tugas kepolisian.

    Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan, tagline ‘Polisi Bersama Masyarakat‘ merupakan penegasan arah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian.

    “Polisi bersama masyarakat bukan sekadar tagline, tetapi semangat yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas. Polri hadir untuk mendengar, melayani, melindungi, memberikan kepastian hukum, serta bersama-sama masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban,” kata Isir melalui keterangannya, Senin (5/10/2026).

    Isir menyebut, semangat tersebut beriringan dengan arah transformasi institusi yang sebelumnya dipaparkan Suyudi saat fit and proper test di DPR. Dia saat itu menegaskan pentingnya profesionalisme, akuntabilitas, peningkatan mutu layanan, hingga kedekatan anggota kepolisian dengan masyarakat.

    “Karena itu, kedekatan dengan masyarakat harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh anggota Polri. Kritik dan masukan dari masyarakat juga harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas,” ungkap Isir.

    Lebih lanjut, Isir berharap implementasi tagline ini semakin memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarajat. Hal itu diwujudkan lewat pelayanan, penegakan hukum yang berkeadilan, hingga gerak cepat menanggapi isu-isu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

    “Harapannya, semangat ini dipahami dan diwujudkan oleh seluruh anggota Polri. Polisi bersama masyarakat berarti Polri tidak berjarak dengan masyarakat, tetapi hadir, mendengar, bekerja bersama, dan memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat,” harapnya.

    Kini, tagline ‘Polisi Bersama Masyarakat’ resmi digunakan sebagai identitas komunikasi Korps Bhayangkara yang akan disosialisasikan dan diinternalisasikan ke seluruh tingkatan jajaran Polri di tanah air.

  • “Polisi Bersama Masyarakat“, Sebuah Komitmen Baru Polri Perkuat Pelayanan Publik Untuk Masyarakat

    Tagline “Polisi Bersama Masyarakat“, Sebuah Komitmen Baru Polri Perkuat Pelayanan Publik Untuk Masyarakat

    Jakarta – Polri memperkenalkan tagline baru bertajuk ‘Polisi Bersama Masyarakat‘. Slogan ini dihadirkan untuk memperkuat komitmen Korps Bhayangkara dalam melayani masyarakat secara lebih optimal.
    Melalui tagline tersebut, Polri menegaskan akan selalu berada di tengah-tengah masyarakat. Kemudian menempatkan kepentingan publik sebagai poros utama pelaksanaan tugas kepolisian.

    Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan, tagline ‘Polisi Bersama Masyarakat‘ merupakan penegasan arah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian.

    “Polisi bersama masyarakat bukan sekadar tagline, tetapi semangat yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas. Polri hadir untuk mendengar, melayani, melindungi, memberikan kepastian hukum, serta bersama-sama masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban,” kata Isir melalui keterangannya, Senin (5/10/2026).

    Isir menyebut, semangat tersebut beriringan dengan arah transformasi institusi yang sebelumnya dipaparkan Suyudi saat fit and proper test di DPR. Dia saat itu menegaskan pentingnya profesionalisme, akuntabilitas, peningkatan mutu layanan, hingga kedekatan anggota kepolisian dengan masyarakat.

    “Karena itu, kedekatan dengan masyarakat harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh anggota Polri. Kritik dan masukan dari masyarakat juga harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas,” ungkap Isir.

    Lebih lanjut, Isir berharap implementasi tagline ini semakin memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarajat. Hal itu diwujudkan lewat pelayanan, penegakan hukum yang berkeadilan, hingga gerak cepat menanggapi isu-isu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

    “Harapannya, semangat ini dipahami dan diwujudkan oleh seluruh anggota Polri. Polisi bersama masyarakat berarti Polri tidak berjarak dengan masyarakat, tetapi hadir, mendengar, bekerja bersama, dan memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat,” harapnya.

    Kini, tagline ‘Polisi Bersama Masyarakat’ resmi digunakan sebagai identitas komunikasi Korps Bhayangkara yang akan disosialisasikan dan diinternalisasikan ke seluruh tingkatan jajaran Polri di tanah air.

  • Tagline “Polisi Bersama Masyarakat“, Sebuah Komitmen Baru Polri Perkuat Pelayanan Publik

    Tagline “Polisi Bersama Masyarakat“, Sebuah Komitmen Baru Polri Perkuat Pelayanan Publik

    Jakarta – Polri memperkenalkan tagline baru bertajuk ‘Polisi Bersama Masyarakat‘. Slogan ini dihadirkan untuk memperkuat komitmen Korps Bhayangkara dalam melayani masyarakat secara lebih optimal.
    Melalui tagline tersebut, Polri menegaskan akan selalu berada di tengah-tengah masyarakat. Kemudian menempatkan kepentingan publik sebagai poros utama pelaksanaan tugas kepolisian.

    Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan, tagline ‘Polisi Bersama Masyarakat’ merupakan penegasan arah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian.

    “Polisi bersama masyarakat bukan sekadar tagline, tetapi semangat yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas. Polri hadir untuk mendengar, melayani, melindungi, memberikan kepastian hukum, serta bersama-sama masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban,” kata Isir melalui keterangannya, Senin (5/10/2026).

    Isir menyebut, semangat tersebut beriringan dengan arah transformasi institusi yang sebelumnya dipaparkan Suyudi saat fit and proper test di DPR. Dia saat itu menegaskan pentingnya profesionalisme, akuntabilitas, peningkatan mutu layanan, hingga kedekatan anggota kepolisian dengan masyarakat.

    “Karena itu, kedekatan dengan masyarakat harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh anggota Polri. Kritik dan masukan dari masyarakat juga harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas,” ungkap Isir.

    Lebih lanjut, Isir berharap implementasi tagline ini semakin memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarajat. Hal itu diwujudkan lewat pelayanan, penegakan hukum yang berkeadilan, hingga gerak cepat menanggapi isu-isu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

    “Harapannya, semangat ini dipahami dan diwujudkan oleh seluruh anggota Polri. Polisi bersama masyarakat berarti Polri tidak berjarak dengan masyarakat, tetapi hadir, mendengar, bekerja bersama, dan memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat,” harapnya.

    Kini, tagline ‘Polisi Bersama Masyarakat’ resmi digunakan sebagai identitas komunikasi Korps Bhayangkara yang akan disosialisasikan dan diinternalisasikan ke seluruh tingkatan jajaran Polri di tanah air.

  • Kemenangan Amandio Dianulir Dalih Sistem Error Dan  Transparansi Juri Passion Drift Round 4 Mijen Disorot

    Kemenangan Amandio Dianulir Dalih Sistem Error Dan  Transparansi Juri Passion Drift Round 4 Mijen Disorot

    LambeTurahNews – Penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Passion Drift Round 4 yang dihelat di Sirkuit Mijen, Semarang, pada 2–4 Oktober 2026, berujung pada gelombang kritik keras. Laga puncak yang semestinya menjadi etalase sportivitas olahraga otomotif nasional justru tercoreng oleh polemik anulir kemenangan yang memicu perdebatan sengit di kalangan pemerhati balap.

    Sorotan publik tertuju pada duel perebutan takhta kelas bergengsi yang mempertemukan drifter kawakan tanah air, Emmanuel Amandio dari SFN Drift Team, melawan Kingston dari Akuma Drift Team. Pertarungan tandem battle kedua pembalap unggulan tersebut berlangsung sengit dan memacu adrenalin ribuan penonton di tribun Sirkuit Mijen.

    Kejanggalan bermula ketika dewan juri secara terbuka mengumumkan Amandio sebagai peraih kemenangan usai duel berakhir di aspal lintasan. Namun, atmosfer perayaan kemenangan mendadak dibatalkan secara sepihak tak lama setelah selebrasi berlangsung di area podium.

    Melalui pengumuman susulan pascadiskusi tertutup, dewan juri membalikkan hasil lomba dan menetapkan Kingston sebagai juara resmi. Pihak pengadil berdalih telah terjadi kendala teknis atau system error pada perangkat komputasi penilaian yang digunakan saat pertandingan berlangsung.

    Keputusan mendadak tanpa transparansi data visual maupun telemetri tersebut seketika memicu kemarahan kubu SFN Drift Team serta kebingungan publik di area paddock. Dalih kegagalan sistem komputer tanpa verifikasi terbuka dinilai sangat mencederai prinsip dasar keadilan (fair play) dalam sebuah ajang kejuaraan nasional.

    Para pemerhati motorsport menilai insiden perubahan hasil pascalaga ini menjadi preseden buruk bagi ekosistem balap drifting di Indonesia. Jika transparansi penilaian tidak segera dibenahi, kepercayaan sponsor, pembalap profesional, maupun komunitas balap terhadap integritas pengadil lintasan dikhawatirkan kian tergerus.

    Hingga saat ini, pihak promotor dan dewan pengawas Passion Drift 2026 didesak untuk mempublikasikan lembar rekapitulasi poin secara transparan kepada khalayak umum. Langkah tersebut dipandang mutlak demi memulihkan akuntabilitas regulasi dan memastikan sportivitas ajang balap nasional tetap terjaga.

  • HASIL EKSHUMASI SUTRIMO Polda Metro Jaya Tak Temukan Tanda Kekerasan dalam Kematian Sutrimo

    Polda Metro Tak Temukan Tanda Kekerasan dalam Kematian Sutrimo

    Polda Metro Tak Temukan Tanda Kekerasan dalam Kematian Sutrimo
    HASIL EKSHUMASI SUTRIMO – Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya (tengah) bersama jajaran dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (30/9/2026). Penyidik Polda Metro Jaya tidak menemukan tanda kekerasan maupun zat yang menyebabkan kematian Sutrimo.

     Penyidik Polda Metro Jaya tidak menemukan tanda kekerasan maupun zat yang menyebabkan kematian Sutrimo.

    Kesimpulan tersebut disampaikan Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya berdasarkan rangkaian pemeriksaan yang dilakukan penyidik.

    “Tidak ditemukan tanda kekerasan, dan zat zat yang menyebabkan korban meninggal dunia,” kata Anom.

    Anom mengatakan, penyidik juga belum menemukan bukti terjadinya tindak pidana dalam kematian Sutrimo.

    Kesimpulan itu diperoleh setelah penyidik menindaklanjuti dua laporan polisi yang dilimpahkan dari Bareskrim Polri dan Polres Banyumas.

    “Berdasarkan fakta yang ditemukan dan dianalisa, belum ditemukan adanya bukti terjadinya tindak pidana dalam meninggalnya jenazah Sutrimo,” kata Anom.

    Penyelidikan tersebut didukung hasil pemeriksaan laboratorium forensik (Labfor), keterangan saksi, serta analisis rekaman CCTV. Selain itu, tim juga melakukan ekshumasi untuk mengetahui penyebab kematian Sutrimo.

    Ketua Tim Ekshumasi Ahmad Yudianto mengatakan, hasil pemeriksaan menemukan adanya penyakit jantung iskemik pada Sutrimo.

    Tim juga menemukan penyempitan pembuluh darah yang berpotensi memicu serangan jantung iskemik.

    “Meninggalnya tuan almarhum Sutrimo karena penyakit jantung iskemik,” ujar Yudianto.

    Selain itu, pemeriksaan menemukan edema paru akut yang dialami Sutrimo sebelum meninggal. Kondisi tersebut turut menjelaskan temuan busa putih yang keluar dari mulut korban.

    Yudianto menjelaskan, edema paru akut dapat menyebabkan sesak napas berat akibat adanya cairan di paru-paru.

    Cairan tersebut bersama lendir dapat membuat saluran napas tidak lancar hingga memicu keluarnya busa berwarna putih.

    “Itu bisa disebabkan adanya cairan pada paru-paru serta lendir dan mengakibatkan karena sulit saluran nafas itu tidak lancar. Sehingga seperti dikocok, sehingga keluar busa warna putih, sebenarnya ini termasuk dalam salah satu penyebab keluarnya busa putih tersebut,” tuturnya.

    Kematian Sutrimo sebelumnya menjadi sorotan karena dinilai tidak wajar, terutama setelah korban ditemukan dalam kondisi mulut berbusa.